10 Alasan Mengapa Generasi Milenial Pantang Golput

Image: SpaceStock Image Bank
0 10

Pemilu adalah satu-satunya kegiatan negara yang melibatkan warga negara tanpa terkecuali secara aktif. Tak salah bila kemudian suasana politik jadi riuh menjelang pemilu. Orang-orang ribut bicara soal pemilu. Sayangnya di antara yang riuh itu, masih ada juga yang memilih golput. Padahal golput itu tidak keren. Terutama untuk kamu yang ngaku generasi milenial. Kenapa? Ini 10 alasannya:

1. Satu Suara Sangat Berharga

Tidak mempunyai pilihan calon yang kamu anggap baik, bukan berarti kamu harus menjadi golongan putih alias golput. Tahukah kamu para generasi milenial bahwa meski satu suara saja sangat berharga?

“Satu Suara Itu Berharga”

Coba bayangkan jika hampir semua generasi milenial memiliki anggapan yang sama denganmu. Memilih untuk golput. Apa yang akan terjadi? Pasti akan ada banyak suara yang tidak tersalurkan.

2. Belajar untuk menentukan pilihan

Hal postif yang bisa kamu ambil dari pemilu adalah belajar memutuskan. Menentukan pilihan terbaik. Jika selama ini kamu hanya mengikut pada pilihan orang tuamu, mulailah untuk bersikap mandiri. Telaah satu per satu calon pemimpin.

“Memilih Itu Perlu Belajar”

Setelah itu kamu bisa membandingkannya. Kalau tidak ada yang baik di matamu, maka pilih saja yang terbaik di antara yang terburuk. Paling tidak kamu memiliki pilihan sendiri. Lagipula tidak ada yang berhak untuk menghakimi pilihanmu. Berani menyalurkan hak pilih sama dengan kamu berani menentukan pilihan sendiri.

3. Golput sama sekali tidak menyelesaikan masalah

Jangan kira dengan bersikap apatis berarti sudah melakukan hal terbaik dan menyelesaikan masalah. Beberapa generasi milenial mungkin tidak menemukan mana calon pemimpin terbaik untuk negara, lalu memutuskan untuk golput.

“Golput Bukan Jalan Keluar”

Tetapi jangan salah! Justru sikap seperti itu hanya akan memperparah kondisi negara. Mau kamu memilih atau tidak, bakal ada yang terpilih. Bedanya suara kamu tidak terhitung. Tapi yang tidak kamu salurkan itu tetap menentukan. Bagaimana jika yang terpilih adalah mereka yang tidak amanah? Itu juga salah kamu.

4. Pemilu adalah bentuk partisipasi terhadap negara

Berhenti mengaku mencintai negara kalau kamu masih bersikap apatis terhadap calon pemimpin. Baik pemimpin negara, pusat, provinsi, ataupun daerah. Mengapa? Karena kondisi dan masa depan negara tercinta ada di tangan para calon pemimpin yang nantinya terpilih.

“Ayo Ikut Berpartisipasi”

Jika kamu menganggap tidak ada calon yang pantas untuk menjadi pemimpin, coba renungkan mana yang paling memungkinkan untuk membawa masa depan negara. Lagipula kamu memilih atau tidak memilih pun, tetap saja salah satu dari calon tersebut harus menjadi pemimpin. Oleh sebab itu renungkan dan pilih saja. Kamu melakukan ini demi negara.

5. Ajang untuk menyalurkan aspirasi

Punya banyak saran dan kritikan terhadap negara? Sudah bosan berkoar-koar di media sosial yang tidak menghasilkan apapun? Nah! Pemilu adalah ajang terbesar untuk menyalurkan aspirasimu.

“Aspirasi Perlu Disalurkan”

Ini tidak terjadi setiap tahun lho. Oleh sebab itu pemilu sebagai ajang untuk menyalurkan aspirasi menjadi salah satu alasan mengapa generasi milenial pantang golput.

6. Generasi milenial yang paling tahu soal kondisi kekinian

Tidak ada yang paling mengetahui soal isu terkini selain generasi milenial. Orang tuamu mungkin memang banyak mengenal para calon pemimpin serta aktif mengikuti perkembangan pemilu. Tetapi seberapa banyak mereka memahami kondisi kekinian. Justru kamulah yang bisa melihat hal tersebut dengan terbuka.

“Kamu yang Paling Tahu”

Jadi secara sederhana kamu memiliki kompetensi untuk mempertimbangkan mana calon pemimpin yang bisa bersikap terbuka dalam menyelesaikan masalah kondisi terkini. Tunggu apa lagi! Buka mata lebar-lebar dan tentukan pilihanmu.

7. Nyaris setengah dari pemilih adalah generasi milenial

Apa yang akan terjadi kalau semua generai milenial berpikiran sama untuk golput? Padahal hampir setengah dari pemilih berasal dari generasi milenial. Tidakkah pemilihan umum akan gagal kalau hal seperti itu terjadi? Beberapa tahun lalu terdapat sekitar 25 persen pemilih yang golput.

“Jumlah Kita Banyak”

Secara umum generasi milenial adalah mereka yang lahir di tahun 2000-an. Berarti saat ini usianya masih pada rentang belasan hingga dua puluh tahun. Masih sangat muda dan tidak menutup kemungkinan bahwa mereka memiliki tanggapan dan pikiran yang sama.

Baca Juga: Generasi Milenial: Investasi Properti, Kenapa Tidak?

8. Generasi milenial juga merasakan dampak dari pemimpin baru

Warga negara yang paling banyak merasakan dampak kepemimpinan yang baru adalah generasi milenial. Alasannya sederhana saja. Roda kepemimpinan akan terus berjalan, begitupun dengan kehidupan generasi milenial. Sekalipun tidak memberikan hak pilih, pada akhirnya yang akan mengisi berbagai lembaga kenegaraan dan lapangan pekerjaan adalah generasi milenial.

“Kita yang Bakal Kena Dampak Pemerintahan”

Bukan hanya itu dampak kepemimpinan baru seperti harga sembako, lapangan kerja, haga bahan bakar, dan sebagainya juga dirasakan generasi milenial. Jadi pastikan kalau kamu sudah memilih pemimpin yang dapat diandalkan untuk masa depanmu demi negara tercinta.

9. Kamu sudah diberikan hari libur

Istilahnya kamu sudah memperoleh hak yaitu hari libur nasional saat pemilu. Kamu bisa bersantai di rumah dan melakukan hobi dengan memanfaatkan hari libur tersebut. Jadi tunaikanlah kewajibanmu sebagai warga negara yang baik. Caranya dengan memilih salah satu calon pemimin.

10. Ada banyak tempat yang memberi diskon

Terakhir yang menjadi alasan mengapa generasi milenial pantang golput adalah hal yang paling disukai generasi milenial sendiri. Banyaknya tempat berbelanja yang menawarkan diskon. Diskon yang ditawarkan pun tidak main-main. Mencapai 50 persen. Jadi kenapa kamu tidak memutuskan pilihan saja dan mendatangi TPS untuk mencoblos?

“Mari Cari Diskon”

Pastikan juga untuk bersikap jujur ya. Jangan melakukan hal-hal yang membuat kamu tidak berbeda dengan golput. Kapan lagi ada diskon seperti ini hanya dengan berbekal kelingking saja?

Nah, itulah 10 alasan mengapa generasi millenial pantang golput. Sebenarnya apapun pilihanmu itu adalah hak mu dan tidak ada yang bisa menyalahkanmu untuk itu. Selamat memilih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.