10 Developer Terkemuka yang Pernah Terlibat Masalah

Image: Picswe.com
0 18

Pada tahun 2014 silam, Menteri Perumahan Rakyat melaporkan 60 perusahaan properti yang melanggar aturan pembangunan hunian berimbang. Dalam laporan tersebut, Djan Faridz meminta tindakan hukum bagi pengembang yang melanggar pasal tentang Pembangunan Hunian Berimbang bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Selain kasus pembangunan tak berimbang, sejumlah masalah pun pernah dialami oleh berbagai developer terkemuka. Bagi yang hendak melakukan pembelian properti, ada baiknya menilai rekam jejak dari perusahaan pengembangnya terlebih dulu. Nah, berikut Spacestock coba ulas 10 pengembang terkemuka yang pernah terlibat masalah.

1. Agung Podomoro Land

Developer Terlibat Masalah
Image: Rmol.co

Perusahaan developer ternama ini pernah terjerat kasus suap pada pembangunan proyek reklamasi pantai utara. Dan pada tahun 2016 lalu, bos PT Agung Podomoro Land, Aries Widjaja divonis 3 tahun penjara.

Dia terbukti menyuap M. Sanusi demi kepentingan percepatan proyek. Suap tersebut bertujuan untuk mempercepat pembahasan serta pengesahan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

2. Lippo Group

Kasus Developer
Image: Nikkei Asian Review

Tentu ketika membahas developer ini, semua orang sudah dapat membayangkan kasus yang terkuak selama ini. Ya, proyek Meikarta! Kasus suap perizinan Proyek Kota Mandiri Meikarta menjerat Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro. Kasus suap perizinan ini disinyalir merugikan negara hingga 7 milyar rupiah. Selain menyeret direktur operasional perusahaan tersebut, kasus satu ini juga turut membawa Neneng Hasanah Yasin yang merupakan Bupati Bekasi ke jalur hukum.

Seperti yang kita ketahui, Meikarta sendiri merupakan sebuah proyek kota mandiri dengan beragam proyek di dalamnya. Mulai dari ruko, mall, apartemen, hingga perkantoran. Bahkan untuk apartemennya sendiri dijual mulai dari 127 juta rupiah.

3. Ciputra Group

Kasus Developer Indonesia
Image: presidentpost.id

Ciputra Group juga pernah bermasalah dengan hukum. Anak perusahaannya, PT. Ciputra Optima Mitra terlibat kasus tukar guling tanah pada tahun 2015. Kasus tukar guling tanah ini bahkan sampai melibatkan Walikota Tegal, Ikmal Jaya. Kasus tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak masalah tukar guling tanah yang dilakukan pengembang.

Anak usaha Ciputra Group ini bahkan merugikan negara hingga 35 milyar rupiah lantaran kasus tukar guling tersebut.

4. PT. Jaya Real Property, Tbk

Pengembang Terlibat Masalah
Image: Properti Indonesia

Perusahaan pengembang Graha Bintaro dan Kawasan Bintaro Jaya ini ditetapkan melakukan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen. Hal tersebut ditetapkan oleh BPSK Kota Tangerang Selatan pada 2 Maret 2016 silam. Penetapan tersebut sebagai putusan atas sengketa konsumen Mery Kurniaty yang berposisi sebagai pemohon dan melawan PT. Jaya Real Property, Tbk sebagai termohon.

Perusahaan tersebut melanggar pasal 7- 8, pasal 16, pasal 18-20. Pelanggaran yang diadukan memiliki ancaman pidana maksimal 5 tahun atau denda sebesar 2 milyar rupiah. BPSK pun menghukum pengembang property tersebut untuk memberikan ganti rugi terhadap pihak konsumen.

Masalah hukum tersebut bermula dari rumah yang dibeli konsumen pada Mei 2013 dijanjikan akan diserah terimakan 20 bulan kemudian. Namun sampai putusan tersebut dilakukan, rumah belum kunjung selesai sementara pihak konsumen sudah melakukan pembayaran sepenuhnya.

5. PT. Wika Realty

Masalah Developer
IMage: Wika Realty

Wika Realty pernah bermasalah karena terseret atas kasus dugaan korupsi serta pencucian uang dari Dhana Widyatmika. Direktur Pt. Wika Realty, Wijanarko Yuwono diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut. Pemanggilan tersebut didasari atas dugaan perusahaan pengembang ini menerima aliran dana dari tersangka Dhana.

Kasus yang terjadi pada 2012 silam semakin menambah daftar perusahaan developer yang terjerat kasus suap serta penerima aliran dana korupsi.

6. PT Sentul City, Tbk

Kasus Developer Indonesia
Image: Garuda News

Pada 2015 silam, Direktur Utama PT Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala terbukti dengan sengaja merintangi penyidikan atas saksi serta penyuapan terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin. Cahyadi alias Swie Teng terbukti menghalangi penyidikan KPK dengan memerintahkan anak buahnya memutus mata rantai keterlibatan dalam perkara suap Rachmat Yasin.

Bos PT Sentul City inipun dituntut pidana penjara enam tahun enam bulan serta pidana denda 500 juta rupiah atau subsider 5 bulan kuruangan penjara.

7. PT Pesona Gerbang Karawang

PT Pesona Gerbang Karawang
Image: Podomoro University

Perusahaan yang tengah bersinar di bisnis properti ini pernah bermasalah dengan kasus suap perizinan tanah. Pada tahun 2014 silam, Aking Saputra yang merupakan CEO PT Pesona Gerbang Karawang ditangkap KPK. Aking diduga sebagai pihak yang menyuap penyelenggara negara.

Namun Juru Bicara KPK, Johan Budi mengklarifikasi bahwa perkara anak perusahaan PT Agung Podomoro Land ini hanya terkait perizinan tanah.

Baca Juga: Kenali 11 Kriteria Developer yang Baik Sebelum Beli Produk Properti

8. PT Tirta Segara Biru

Kasus Developer
Image: Gloopla.com

Presiden Direktur PT. Damai Putra Grup, Benny Gunawan resmi dilaporkan Hj. Ida Farida atas kasus dugaan penggelapan tanah hak miliknya dan telah dibalik nama ke PT.

Tirta Segara Biru yang merupakan anak perusahaan PT Damai Putra Grup. Selain dugaan atas penggelapan sertifikat, Benny Gunawan pun diberatkan atas tuduhan menempatkan keterangan palsu ke data otentik.

9. PT Hasana Damai Putra

Terlibat Kasus Developer
Image: Kota Harapan Indah

PT Hasana Damai Putra pernah bermasalah dengan pengelolaan perumahan. Masalah tersebut dimulai dari keluarnya surat pemberitahuan dari pengembang tersebut yang ingin melepaskan pengelolaan kepada RT/RW perumahan tersebut secara sepihak. Padahal pada pemasarannya, banyak janji yang diumbar pihak pengembang guna menarik minat konsumen.

Perusahaan tersebut ingin melepas pengelolaan karena terjerat biaya pengeluaran rutin yang tidak mampu ditutupinya. PT Hasana Damai Putra pun dianggap ingkar janji dan tidak profesional oleh warga yang membeli properti tersebut.

10. PT. Inti Gelora Andamari, Tbk

Kasus Developer
Image: Inti Gelora Andamari

Perusahaan pengembang Perumahan Permata Tangerang ini pernah bermasalah dengan kliennya. Masalahnya berakar pada pemberian sertifikat hak rumah yang terlalu bertele-tele. Masalah tersebut terjadi di tahun 2010 di mana salah satu kliennya yang membeli rumah di perumahan tersebut tak kunjung mendapatkan sertifikat hak milik rumah. Padahal pihak pembeli melakukan transaksi pembelian secara cash keras.

Akan tetapi penyelesaian sertifikatnya begitu lama dengan berbagai alasan. Mulai dari Bupati ganti, harus mengubah HGB ke Hak Milik, hingga belum kembali dari BPN.

Itulah beberapa developer terkemuka yang pernah terlibat masalah. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari masalah-masalah tersebut dan menjadi acuan untuk dasar pemikiran kita. (Source: Tempo.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.