9 Bangunan Karya Arsitek Indonesia yang Meraih Penghargaan Internasional

Image: CASA Indonesia
0 260

Siapa bilang arsitek Indonesia hanya jago kandang? Nyatanya ada banyak arsitek hebat dan legendaris yang menghasilkan karya hingga menyabet penghargaan internasional. Walaupun memang harus diakui kebanyakan bangunan tersebut dibuat di tanah Indonesia. Mari beri apresiasi ke beberapa bangunan karya arsitek indonesia yang berhasil meraih penghargaan internasional ini!

1. Bima Microlibrary karya SHAU Architects

Karya Arsitek Indonesia
I(mage: Inovasee

Perpustakaan “Microlibrary” yang terletak di jalan Bima, Bandung ini dirancang oleh karya arsitek Indonesia, SHAU Architects. Sesuai namanya, ukuran perpustakaan ini tidak terlalu besar, hanya sekitar 159 meter persegi. Namun, desain dari bangunan ini sangat menarik perhatian.

Desain bangunan ini bahkan berhasil memenangkan gelar terbaik pada ajang penghargaan Architizer A+. Architizer A+, yang berpusat di New York merupakan penghargaan terbesar tahunan bagi karya arsitektur terbaik dunia.

Untuk membangun perpustakaan ini, tim SHAU Architects memanfaatkan bahan-bahan bekas berupa ember es krim. Ember-ember ini dilubangi agar ruangan di dalamnya menjadi sejuk dan terang.

Penyusunan ember diperhatikan agar bisa menghalau air hujan. Dinding dari ember es krim ini bahkan jika diperhatikan membentuk sebuah kode biner untuk kalimat “buku adalah jendela dunia.”

2. Dancing Mountain House karya Budi Pradono

Karya Arsitek Indonesia
Image: Kompas Properti

Dancing Mountain House karya arsitek Indonesia Budi Pradono berhasil menyabet penghargaan dari Archasia Acrhitecture Awards 2016 sebagai proyek residensial terbaik se-Asia. Desain bangunan ini berhasil menonjolkan peran arsitektur bagi masyarakat.

Bangunan ini terbuat dari bahan dasar bambu dan dirancang agar mudah dibangun. Bentuk atapnya mirip dengan bentuk gunung Merapi, Telomoyo, Tidar, dan Andong yang berada di sekitar Salatiga.

Bangunan ini dibangun oleh Budi Pradono bersama masyarakat di antara gunung dan komunitas masyarakat. Dari sini lah asal mula penamaan “Dancing Mountain House”.

Bagian dalam rumah pun dibuat tanpa sekat untuk menonjolkan suasana intim kekeluargaan. Ruangan yang ada di dalamnya jadi terasa lebih luas dan nyaman.

3. DRA House karya D-Associates

Karya Arsitek Indonesia
Image: archdaily,com

DRA House merupakan villa yang terletak di Bali. Didesain oleh D-Associates, bangunan villa ini berhasil memenangkan penghargaan internasional dari Archasia tahun 2016 untuk kategori perumahan individu bukan keluarga.

Gaya arsitektur dari DRA House mengusung gaya yang modern namun tetap menyatu dengan alam. Pemilihan material didominasi dengan penggunaan batu dan kayu.

Pemilihan warna alam coklat dan penambahan taman membuat suasana asri semakin menonjol. Penggunaan material kayu untuk lantai, atap, dan dinding membuat villa ini terlihat hangat dan nyaman.

4. Elevation karya Andra Matin

Karya Arsitek Indonesia
Image: Archinesia.com

Karya instalasi Andra Matin yang diberi nama Elevation juga berhasil memenangi penghargaan Internasional. Dipamerkan dalam ajang Venice Architecture Biennale 2018, karya ini berhasil mendapatkan penghormatan “special mention” dari dewan juri.

Karya elevation dianggap penuh dengan sensitivitas yang mampu merefleksikan material dan bentuk struktur khas tradisional Indonesia. Dalam karya ini, Andra Matin menampilkan berbagai rumah tradisional Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Ia mempresentasikan hasil risetnya terhadap kekuatan arsitektur tradisional yang telah teruji tahan terhadap kondisi cuaca dan iklim serta kondisi masyarakat Indonesia. Ia berhasil menunjukkan karya orisinal manusia yang memiliki kemampuan teknis alami dalam membangun tempat tinggal.

5. Gedung Arsip Nasional (Pemugaran) oleh Han Awal

Karya Arsitek Indonesia
Image: CASA Indonesia

Bagi orang Jakarta, pasti sudah tidak asing dengan nama gedung ini. Gedung Arsip Nasional yang terletak di jalan Gajah Mada Jakarta merupakan bangunan bersejarah Indonesia yang merepresentasikan arsitektur gaya kolonial. Berkat struktur dan desain yang apik, Gedung Arsip Nasional masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Namun sayangnya, kondisi gedung sempat mengalami banyak kerusakan akibat adanya banjir yang terjadi setiap musim hujan. Pemugaran Gedung Arsip Nasional kemudian dilakukan oleh arsitek Indonesia berdarah Tionghoa Han Hoo Tjwan atau dikenal juga dengan nama Han Awal. Pemugaran ini berhasil selesai pada tahun 1998.

Tidak hanya itu, hasil pemugaran juga mengantar bangunan ini memenangkan penghargaan pertama “Cultural Heritage Award” se-Asia Pasifik dari UNESCO. Bangunan ini merupakan bangunan pertama di Indonesia yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut.

6. Omah Dara karya Parisauli

Karya Arsitek Indonesia
Image: Arsitag

Omah Dara yang terletak di Depok, Jawa Barat juga didesain dari karya arsitek Indonesia bernama Parisauli (Ario Wirastomo dan Ditta Astrini Wijayanti). Karya ini dipamerkan dalam Indonesian Architects Week di Tokyo pada tahun 2011. Tak hanya itu, karya ini juga bahkan berhasil mendapatkan nominasi penghargaan Aga Khan Award for Architecture di tahun 2013.

Karya yang mengesankan ini dirancang untuk menjadi bangunan kamar sewa atau asrama khusus perempuan. Setiap kamar dalam bangunan juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para penghuninya.

Karakteristik desain Omah Dara terlihat dari sisi minimalis dan kesederhanaan, namun dapat mewadahi kebutuhan dan aspirasi kebutuhan penghuninya.

(Baca Juga: Mengenal Sosok 11 Arsitek Terkenal di Dunia yang Inspiratif)

7. Pemukiman Kampung Code Yogyakarta karya YB Mangunwijaya

Karya Arsitek Indonesia
Image: phinemo.com

Kampung Code terletak di kawasan Gondokusuman Yogyakarta. Pada tahun 1980-an, pemukiman di daerah ini merupakan pemukiman kumuh dari kumpulan rumah bambu yang tidak tertata.

Kemudian, pada pertengahan 1980-an YB Mangunwijaya bersama mahasiswa dan relawan menata kawasan ini. Warga yang telah tinggal disini sebelumnya tetap dapat tinggal di rumah baru di kawasan ini.

Pembangunan kembali Kampung Code dilakukan dengan menata ulang rumah-rumah dengan rapi sesuai dengan kontur di pinggir Kali Code. Rumah-rumah tersebut dicat ulang agar terlihat lebih menarik. Di pinggir jalan juga ditanam berbagai pohon dan diberi penerangan.

Penataan kembali Kampung Code ini berhasil menarik perhatian dunia arsitektur internasional. Pada tahun 1992, Kampung Code menerima penghargaan dari Aga Khan.

8. Rumah Botol karya Ridwan Kamil

Karya Arsitek Indonesia
Image: Tribunnews.com

Sebelum terjun ke dunia politik, Ridwan Kamil telah merancang berbagai bangunan yang terkenal di skala nasional maupun internasional. Salah satu karyanya yang legendaris adalah Rumah Botol di Bandung, Jawa Barat. Menariknya, hunian pribadinya ini terbuat dari 30 ribu botol bekas yang dikumpulkan dalam waktu enam bulan.

Pemanfaatan botol bekas ini mengantar Rumah Botol untuk mendapatkan penghargaan internasional Green Design Award oleh BCI.

Perawatan dinding botol ini juga tidak terlalu sulit. Untuk membersihkannya hanya perlu dilap atau disemprot menggunakan air biasa setiap tiga bulan sekali. Penggunaan botol juga membuat interior rumah menjadi lebih cantik karena sinar matahari melewati kaca botol sebelum dapat memasuki ruangan.

9. Splow House karya Delution Architect

Karya Arsitek Indonesia
Image: homeworlddesign.com

Bangunan Splow House karya arsitek Indonesia bernama Delution Architect ini terletak di kawasan Tebet, Jakarta. Splow House berdiri di atas lahan seluas 6 x 15 meter. Di lokasi yang cukup sempit ini, rupanya bagian dalam bangunan memiliki desain yang cukup luas dengan biaya pembangunan yang minimum.

Ada tiga tingkat lantai dengan pembagian ruang yang unik. Setiap lantainya dihubungkan dengan tangga, dengan bagian kosongnya sebagai sumber pencahayaan alami.

Lantai rumah ini menggunakan lantai mezanin yang nyaman. Penggunanan dinding bercat putih dan kayu lightweight membuat bagian dalam Splow House terlihat lebih luas.

Pemanfaatan lahan yang sempit dengan baik ini mengantar Splow House untuk mendapatkan penghargaan internasional. Pada tahun 2017, Splow House menerima penghargaan Architizer A+ Awards untuk kategori Arsitektur dan Hunian Kecil versi Public Choice.

Itulah 9 karya arsitek Indonesia yang berhasil memenangkan penghargaan sekelas Internasional. Para arsitek ini berhasil menorehkan catatan penting bagi perkembangan arsitek Tanah Air yang tak kalah berkualitas. Mari beri apresiasi kepada mereka, karena kalau bukan kita dari bangsa sendiri, siapa lagi?

Leave A Reply

Your email address will not be published.