9 Fakta Menarik Wisma Nusantara, Pencakar Langit Pertama di Asia Tenggara

Wisma Nusantara merupakan salah satu gedung perkantoran yang berada di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Tak hanya menjadi bangunan penting di ibu kota, ternyata sejarah pembangunannya menyimpan banyak fakta menarik.

Salah satunya sejarah yang menyebutkan bahwa gedung di jantung ibu kota ini merupakan salah satu pencakar langit pertama di Asia Tenggara. Berikut ulasan lebih lengkap untuk fakta menarik Wisma Nusantara.

Faktor Menarik Wisma Nusantara
Image: Kompas Properti

1. Bermula dari Rencana Penyambutan Asian Games 1962

Sejarah Wisma Nusantara tak dapat dilepaskan dari pembangunan Jalan M.H. Thamrin. Semuanya bermula dari gagasan melebarkan jalan, pembangunan patung selamat datang, hingga pembuatan gedung-gedung bertingkat.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka penyambutan Asian Games tahun 1962. Selain itu, pembangunan gedung pencakar langit pertama di Indonesia ini juga didasari dari adanya kebutuhan akses antara Kebayoran Baru yang merupakan kota satelit dan Jalan Merdeka yang notabene adalah pusat kota.

Maka dibangunlah jalan M.H. Thamrin di tahun 1952. Selain itu, jalan tersebut menurut Soekarno sebagai simbol ide-ide revolusioner Indonesia dan menjaikan ibu kota berskala Internasional.

Di sepanjang jalan tersebut, ada tiga gedung yang direncanakan dibangun. Yaki Wisma Nusantara, Sarinah, dan Hotel Indonesia. Pembangunan Wisma Nusantara mengambil dana bantuan dari Jepang dan dibuat anti gempa. Namun kondisi politik tak menentu di tahun 1965 menghambat laju pembangunannya.

2. Mengalami Kemacetan Pembangunan

Pembangunan Wisma Nusantara tidak begitu saja berjalan mulus. Proses konstruksinya sempat mengalami kemacetan pembangunan. Harian Kompas, 13 Februari 1971 menyebutkan bahwa pembiayaan merupakan salah satu penyebab utama macetnya pembangunan konstruksi wisma tersbeut.

3. Kelanjutan Pembangunan

Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Sebab menurut arsip Harian Kompas, 13 Juli 1967, konstruksi dilanjutkan kembali di tahun tersebut. Untuk menyelesaikan proyek mangkrak ini, PT Wisma Nusantara Internasional mendapat pinjaman dari pemerintah sebesar nilai dari proyek lama. Hal ini termasuk tanah dan bangunan seluas 21.850 meter persegi.

Konstruksi bangunan pencakar langit ini membutuhkan 24 buah kapal untuk mengangkut material sejumlah 6.000 ton. Memang mayoritas material didatangkan dari Jepang. Sebab kekurangan dana pembangunannya ditutup oleh Mitsui dalam bentuk material serta constructional cost.

4. Sempat Menyandang Predikat Gedung Tertinggi di Asia Tenggara

Wisma Indonesia masuk ke dalam jajaran gedung pencakar langit pertama di Indonesia. Tentunya selain Sarinah dan Mandarin Oriental Hotel. Proyek pencakar langit ini memiliki total tinggi 117 meter dengan 30 lantai.

Dengan tinggi tersebut, bangunan megah ini sempat menyandang predikat sebagai gedung tertinggi di Asia Tenggara. Berita tersebut sempat ditulis pada Harian Kompas, 27 Juli 1971.

Sebelumnya, pemegang pencakar langit pertama di Indonesia adalah Sarinah. Setelah itu, muncul Wisma Nusantara dan Oriental Hotel yang diresmikan di tahun 1973.

5. Hasil Kerja Sama Indonesia-Jepang

Proses pembangunan Wisma Nusantara sempat terhenti. Namun konstruksinya dilakukan  kembali oleh PT Wisma Nusantara International. Perusahaan tersebut merupakan hasil usaha patungan antara Pemerintah Indonesia dengan Mutsui & Co,Ltd dari Jepang. Dalam melanjutkan proses konstruksi, biaya yang dibutuhkan mencapai 19,8 juta dollar AS.

Di awal masa operasinya, sebesar 55 persen saham PT Wisma Nusantara International dimiliki oleh Mitsui, sedangkan sisanya 45 persen dipegang oleh Pemerintah Indonesia.

6. Mengubah Aturan di Jepang

Pada Harian Kompas, 27 Juli 1971 tertulis bahwa pembangunan gedung bersejarah ini dijadikan riset oleh para ahli Jepang. Ir Wiratman selaku asisten supervisor pembangunan menyebutkan bahwa di Jepang, terdapat undang-undang yang mengatur tinggi bangunan maksimal hanya 30 meter.

Penelitian saat membangun pencakar langit ini ternyata mampu mengubah aturan di negeri matahari terbit tersebut. Sebab pada saat yang sama, Jepang juga sedang membangun pencakar langit setinggi 50 lantai.

Faktor Menarik Wisma Nusantara
Image: SpaceStock & SewaKantorCBD

7. Pencakar Langit Pertama dengan Konstruksi Baja

Gedung pencakar langit generasi pertama yang menggunakan konstruksi baja adalah Wisma Pencakar Langit. Dengan adanya konstruksi super kuat tersebut, bangunan ini juga menjelma sebagai purwarupa bagi pembangunan pencakar langit generasi kedua. Seperti Kasumigakusi Building yang ada di Tokyo.

Adanya penelitian ketika membangun Wisma Nusantara, membuat pihak Jepang kian yakin dan berani menerapkan konstruksi baja untuk bangunan-bangunan tinggi.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Sarinah Gedung Pencakar Langit Pertama di Indonesia

8. Dianggap Sebagai Pertanda Kemajuan dalam Kemampuan Ekonomi

Pada masa itu, selesainya pembangunan Wisma Nusantara dianggap sebagai pertanda kemajuan dalam kemampuan ekonomi. Bahkan tak hanya ekonomi, namun juga dalam sektor industri dalam negeri. Meskipun sempat mengalami penundaan, pembangunan gedung dapat dilanjutkan, bahkan diresmikan pada 2 Desember 1972.

Bangunan dengan 30 lantai ini keseluruhan tingginya mencapai 117 meter. Bahkan tingginya mengalahkan bangunan lain yang tak kalah terkenalnya pada saat itu. Seperti misalnya Hotel Indonesia dan Monumen Nasional.

Pada lantai ke-20 dan 30 terdapat ruang obervasi yang akan memanjakan pengunjung dengan panorama indah tiap sudut Jakarta. Sedangkan di lantai 28, terdapat Sky Restaurant. Lalu sisa lantainya disewakan untuk ruang perkantoran dengan total luas 20.468 meter persegi.

Selain memiliki gedung utama, proyek ini juga mencakup pembangunan hotel dengan jumlah 360 kamar. Hotel berbintang tersebut terletak di sebelah Wisma Nusantara dengan nama President Hotel.

9. Renovasi Besar Pertama di Tahun 1990

Renovasi besar-besaran dilakukan di tahun 1990 oleh JICA. Jembatan penghubung antara gedung perkantoran Wisma Nusantara dengan Nikko Hotel dibangun di tahun 2002. Di tahun 2003, Nikko Hotel diperluas dengan menambah menara 11 lantai.

Menara hotel tersebut dibangun oleh Kenzo Tange International. Dan pada tahun 2005, Gedung Annex rampung dibangun sebagai akomodasi parkir.

Ternyata banyak fakta mengenai Wisma Nusantara yang menarik untuk kita ketahui. Bahkan, fakta mengenai gedung ini menjadi pencakar langit pertama saja sudah cukup membuat tercengang. Tahukah kamu fakta-fakta di atas?

Author: Lita Lia

Penulis lepas yang bisa dihubungi melalui: litaliaku@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *