Tips Bijak untuk Menyikapi dan Mengatasi Kenaikan Sewa Properti

Kenaikan Sewa Properti

Dalam bisnis properti, salah satu masalah yang biasanya dihadapi oleh pihak penyewa adalah kenaikan harga sewa oleh pihak pemilik. Sebenarnya kenaikan biaya adalah hal yang tergolong wajar, namun bisa juga menjadi masalah apabila terdapat perbedaan ekspektasi diantara kedua belah pihak. Anda sebagai penyewa, harus bisa menemukan cara untuk mengatasi kenaikan sewa properti ini, atau setidaknya bisa menyikapinya dengan bijak.

Mengetahui Faktor untuk Mengatasi Kenaikan Sewa Properti

Seperti yang disebutkan, penyewa sebaiknya bisa mencari bagaimana cara untuk menyikapi naiknya biaya sewa properti tanpa merasa dicurangi. Mengapa demikian? Hal ini karena kamu berhadapan dengan pihak yang merupakan pemilik dari properti yang disewa tersebut. Sehingga mereka memiliki wewenang yang lebih atas barang kepemilikannya. Namun demikian kamu juga tidak perlu merasa diteror oleh pemilik yang bisa sewaktu-waktu menaikkan harga sewa properti.

Kenaikan harga sewa properti, umumnya selalu mengikuti aturan tertentu demi menjaga hubungan antara penyewa dengan pemilik. Pemilik properti yang terkenal semena-mena memainkan harga sewa, akan mendapat rating dan review yang buruk dan mengakibatkan bisnisnya memiliki reputasi yang buruk pula. Terlebih saat ini pemasaran online menjadi salah satu metode yang banyak diterapkan oleh agen maupun listing properti.

Sebelum membahas tentang bagaimana mengatasi kenaikan sewa properti, ada baiknya kita membahas tentang bagaimana kenaikan harga sewa ini bisa terjadi. Hal ini agar kamu bisa memahami alasan pemilik dan menyikapinya dengan lebih bijaksana.

Waktu

Sebagai pemilik properti, siapapun tidak bisa menerapkan kenaikan harga sewaktu-waktu. Umumnya, kenaikan harga sewa apartemen, kontrakan dan lain sebagainya akan diberitahukan kepada penyewa menjelang berakhirnya kontrak. Pemilik properti akan memberitahukan setidaknya 30 hari sebelum tanggal berakhirnya sewa sesuai perjanjian.

Namun apabila kenaikan terbilang signifikan di atas 10%, maka pemberitahuan bisa diberikan 60 hari atau setidaknya 2 bulan sebelum habis masa sewa. Hal ini bertujuan agar pihak penyewa memiliki waktu yang cukup untuk membuat pertimbangan. Namun demikian, jangka waktu pemberitahuan ini bersifat relatif dan bukan hal yang pasti.

Nominal Kenaikan

Nominal yang akan dikenakan sebagai kenaikan harga sewa ternyata juga tidak bisa diterapkan sesuka hati pemilik properti. Ada faktor yang mempengaruhi besaran nominal kenaikan harga sewa yang kemudian juga bisa dianalisa bersama oleh pihak penyewa. Faktor yang dimaksud yaitu,

  • Faktor internal; misalnya harga sewa dinaikkan karena properti yang disewa baru direnovasi oleh pihak pemilik dan sebagainya yang membuat kualitas properti meningkat dari dalam.
  • Faktor eksternal; misalnya harga sewa properti naik dikarenakan harga tanah dan harga sewa properti lain di sekitarnya mengalami kenaikan.

Pemilik properti dengan kebijaksanannya akan menentukan besaran kenaikan tersebut berdasar riset maupun pengamatan terlebih dahulu. Sehingga, harga akhir yang dibebankan kepada penyewa akan dirasa adil bagi kedua belah pihak.

Biasanya, kenaikan harga sewa 10% baru akan terjadi setelah periode sewa selama 1 tahun. Akan tetapi perlu juga diingat bahwa nominal kenaikan harga sewa ini bisa saja lebih tinggi ataupun menyesuaikan faktor internal dan eksternal di atas.

Hubungan Kedua Belah Pihak

Dalam beberapa kasus, meskipun sangat jarang terjadi, komunikasi yang kurang baik dan tidak adanya saling pengertian juga bisa memicu kenaikan harga. Didasari oleh berbagai alasan yang mungkin tidak akan pernah kamu ketahui, pemilik bisa menaikkan harga kapanpun. Tentu saja sebagai penyewa akan merasa dirugikan sebab harga sewa naik tanpa ada alasan yang jelas.

Lain halnya apabila terjalin komunikasi yang baik antara kamu sebagai penyewa dengan pemilik properti. Seandainya ada aktivitas kamu yang mungkin tidak berkenan bagi pemilik, bisa saja kenaikan harga tersebut dibuat agar kamu segera angkat kaki. Hal ini biasa terjadi di lingkungan perumahan yang masih sangat memperhatikan kehidupan bertetangga dan sebagainya.

Tips Mengatasi Kenaikan Sewa Properti

Kenaikan Sewa Properti
Image: 888realestategroup.com.au

Setelah mengetahui apa saja yang biasanya menyebabkan terjadinya kenaikan harga, berikutnya kamu sebagai penyewa harus bijak dalam bersikap. Kamu tidak perlu terpancing emosi, namun lakukan analisa apakah kenaikan tersebut bisa diterima atau segera mencari properti lain. Ingat, mencari hunian sewa sudah tidak sesulit dulu dengan bantuan kemajuan teknologi saat ini.

Kamu harus bisa bersikap realistis, apakah wajar membayar kenaikan harga sewa tersebut atau tidak. Hal ini karena naiknya biaya rental akan berimbas pada budget atau pengeluaran rutin kamu, entah itu harian, mingguan, bulanan atau bahkan tahunan. Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa coba diterapkan untuk mengatasi kenaikan harga properti. Ingat, jangan terburu emosi, dan lakukan beberapa pemeriksaan terkait kedua faktor yang telah disebutkan sebelumnya.

Bicarakan Kenaikan Harga dengan Pihak Pemilik

Mungkin pihak pemilik memberi informasi terkait kenaikan harga tersebut melalui pesan singkat atau telepon. Terima saja pemberitahuan tersebut lalu coba tanyakan apa saja yang menjadi alasan kenaikan harga tersebut. Namun apabila pihak pemilik sudah menyebutkan alasannya, maka kamu tidak perlu bertanya lagi, bukan?

Biasanya, pemilik akan memberikan jangka waktu untuk menyikapi kenaikan harga tersebut. Kesempatan inilah yang bisa kamu manfaatkan untuk mengumpulkan fakta di lapangan. Sudah sesuaikah alasan pihak pemilik dengan kenyataan yang kamu temui. Misalnya renovasi dilakukan pada beberapa titik di rumah sewa tersebut, atau harga properti di sekitar memang melonjak drastis, dan sebagainya.

Selanjutnya, pertimbangkan apakah kenaikan tersebut memang sesuai dengan kenyataan yang ada? Pantaskah kenaikan harga yang diminta dengan kondisi di lapangan? Pada intinya, apakah biaya yang harus kamu bayar bulan depan sudah sesuai dengan apa yang akan didapatkan? Dan apakah nominalnya sepadan? Jika memang sesuai, jangan langsung membayar. Sesuaikan pula dengan kemampuan finansial lagi. Hitung dengan baik arus pengeluaran dan pendapatan kamu ke depannya, kemudian berikan tanggapan setelah rencana perhitungan telah matang.

Mengetahui Harga Sewa di Sekitar

Kamu sebagai penyewa juga tidak ada salahnya untuk selalu meng-update informasi tentang harga sewa properti yang berlaku di sekitaran lokasi plus nilai fasilitas yang setara. Misalnya, apabila kamu menyewa apartemen dengan tipe 2 bedroom senilai Rp 7 juta per bulan, apakah harga ini juga sama dengan yang diterapkan pada apartemen bertipe sama di bangunan yang sama pula? Begitu pula dengan apartemen setipe di lain tower. Dengan demikian, kamu bisa langsung merespon ketika pemilik menaikkan harga. Ini karena kamu sudah memiliki bukti/pembanding saat melakukan nego.

Cek Pasar Properti

Lihat juga bagaimana kondisi pasar properti. Ketahui apakah pada saat itu sedang banyak calon penyewa atau sedang sepi. Bila saat kenaikan tersebut permintaan rumah sewa memang sedang tinggi, wajar jika pihak pemilik berniat menaikkan income-nya.  Permintaan yang tinggi memang dapat meningkatkan harga yang ditawarkan.

Namun lain halnya jika permintaan sedang sepi atau jumlah hunian kosong cenderung lebih banyak dibanding permintaan. Pemilik harus mengeluarkan dana untuk mengiklankan propertinya serta menjaga penyewa yang ada tetap betah di rumah yang mereka rentalkan. Di sini, kamu sebagai penyewa bisa lebih leluasa untuk melakukan negosiasi.

Baca Juga: Inilah 7 Penyebab Mengapa Harga Apartemen akan Selalu Naik

Lihat-lihat Properti Lain

Tips berikutnya untuk mengatasi kenaikan sewa properti adalah selalu mengupdate informasi terkait adanya properti lain. Cari tahu adakah hunian sewa lain yang mungkin sesuai dengan kriteria namun tetap dengan harga yang lebih terjangkau oleh kemampuan finansial. Cara termudah untuk melakukannya, kamu bisa memanfaatkan akses internet melalui smartphone misalnya.

Hal ini sebenarnya tidak harus kamu lakukan menunggu adanya kenaikan harga. Sebab saat pemilik sewaktu-waktu memberitahukan kenaikan harga, kamu sudah memiliki pandangan ke mana akan pindahan. Sehingga jika harga yang ditawarkan sudah tidak masuk kriteria, kamu pun bisa lebih ringan untuk menolak selama negosiasi berlangsung. Dan ini realistis, jika ada yang sama bagusnya atau bahkan lebih, mengapa harus bayar lebih mahal?

Penutup

Demikianlah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengetahui faktor penentu dan bagaimana mengatasi kenaikan sewa properti. Semoga dengan demikian, kamu dapat menyikapi hal yang lumrah terjadi ini dengan lebih bijaksana tanpa harus merasa ditipu. Ingat, sebenarnya tetap ada pilihan lain yang menarik di Jakarta. Terlebih, dengan ada layanan konsultan properti, kendala-kendala kamu dapat teratasi dengan mudah. Segera konsultasikan dengan SpaceStock!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *