Mengenal Arsitek Herman Thomas Karsten dan Karyanya

Image: virtualarsitek.wordpress.com
0 25

Pasar Johar, Stasiun Solo Balapan, Komplek Kotabaru Jogja adalah nama-nama tempat yang tenar hingga saat ini. Sang arsitekturnya adalah Karsten. Laki-laki bernama lengkap Herman Thomas Karsten ini merupakan seorang arsitek yang berasal dari keluarga terdidik di Amsterdam, Belanda.

Ia menempuh pendidikan arsitektur di Sekolah Tinggi Teknik di Delft. Pada tahun 1909, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya. Semasa kuliah, ia merupakan orang yang cukup aktif di organisasi.

Pada tahun 1914, ia meninggalkan Belanda untuk pergi ke Indonesia. Ia pergi atas undangan temannya, Maclaine Pont. Maclaine Pont memiliki biro arsitektur di Semarang yang akhirnya dibeli oleh Herman Thomas Karsten. Hal ini menjadi awal mula Karsten merancang gedung-gedung di Indonesia, terutama di Semarang.

Karya arsitektur Karsten memiliki ciri khas mengandung nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia tak lupa juga mempertimbangkan iklim tropis Indonesia dalam merancang bangunan yang tepat.

Berikut adalah beberapa hasil dari karya arsitektur Karsten di Indonesia.

1. Pasar Johar

Herman Thomas Karsten
Image: JejakPiknik.com

Pasar Johar merupakan salah satu pasar yang terbesar di Semarang. Pasar ini bahkan disebut sebagai pasar yang terbesar di Asia Tenggara. Sayangnya, pada bulan Mei 2015 terjadi kebakaran hebat. Saat ini, kawasan Pasar Johar sedang dibangun ulang.

Sebelum terbakar, Pasar Johar dinilai memiliki desain arsitektur yang sempurna dan memperhatikan banyak aspek sosial. Desain yang sempurna ini salah satunya bisa dilihat setelah kebakaran. Setelah terbakar, desain asli dari Pasar Johar memang dapat terlihat dengan jelas. Kekuatan tekan beton yang dimiliki membuat pasar ini mampu bertahan dengan cukup baik meskipun sempat terbakar.

Bangunan Pasar Johar memiliki gaya Belanda dengan tiang penyangga yang tinggi dan pemberian banyak ruang ke atas. Hal ini memungkinkan pedagang untuk menyimpan dan menumpuk barang di atas kios. Ruang atas yang tinggi dan lubang pada atap membantu agar suasana dalam pasar terang dan tidak panas. Selain itu, lantai pasar didesain lebih tinggi daripada jalan. Tujuannya agar kuli panggul dapat menurunkan dan mengambil barang lebih mudah.

2. Stasiun Solo Balapan

Herman Thomas Karsten
Image: Wikimedia Common

Stasiun Solo Balapan merupakan salah satu stasiun besar yang tertua di Indonesia. Stasiun ini dibangun pada abad ke-19 oleh jaringan kereta api masa kolonial dan disebut memiliki desain arsitektur yang unik dibandingkan dengan stasiun lain. Hal ini tidak lepas dari sentuhan arsitektur khas Karsten. Seperti telah disebutkan sebelumnya, desain Karsten selalu memperhatikan aspek iklim lingkungan setempat.

Desain atap stasiun berupa atap tajuk bersusun tiga di lobi atau bagian depan stasiun. Desain atap tajuk bersusun ini merupakan gabungan dari arsitektur khas Jawa dengan arsitektur kolonial.

Hal ini membuat ruangan tersebut memiliki atap yang tinggi. Ruangan-ruangan selain lobi juga memiliki desain atap yang tinggi walaupun tidak bersusun. Hal ini memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dan cahaya alami yang baik. Ruangan dalam stasiun pun menjadi lebih sejuk walaupun tanpa penyejuk ruangan. Karsten tentu telah memperhatikan kondisi kota Surakarta yang cukup panas.

3. Kantor NILLMIJ (sekarang kantor Asuransi Jiwasraya)

Herman Thomas Karsten
Image: tirto.id

Gedung antik kantor Asuransi Jiwasraya Semarang ini juga ternyata merupakan karya dari Karsten. Dulunya, bangunan ini merupakan bekas kantor NILLMIJ (Nederlandsch Indische Leven sverzeking de Lifrente Maatschaapij), perusahaan asuransi Belanda. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, bangunan ini juga pernah digunakan sebagai gedung Balaikota Semarang. Bangunan kantor ini dirancang Karsten dan mulai dibangun pada tahun 1916.

Bangunan ini memiliki ketinggian tiga lantai. Keunikan dari gedung ini terletak pada elevator atau lift di lantai kedua. Elevator ini diyakini sebagai elevator tertua di Indonesia. Namun sekarang elevator tersebut sudah tidak bisa berfungsi lagi. Gedung ini telah mengalami perbaikan dinding yang rusak dan pengecatan ulang agar tampak lebih bersih dan terawat.

4. Komplek Kotabaru, DI Yogyakarta

Herman Thomas Karsten
Image: Yogyes.com

Kotabaru merupakan salah satu kelurahan di Yogyakarta, dan termasuk dalam wilayah Kecamatan Gondokusuman. Di wilayah ini terdapat berbagai bangunan tua berarsitektur khas Belanda. Konsep dari Kotabaru yaitu garden city, mirip dengan Kota Tua di Jakarta.

Karsten merancang Kotabaru dengan gaya Eropa secara umum. Selain itu, ia awalnya lebih mencontoh gaya bangunan di Inggris daripada gaya bangunan di Belanda.

Lokasinya yang strategis memunculkan ide pengembangan Kotabaru menjadi kawasan hunian yang nyaman. Kawasan ini dilengkapi dengan boulevard dan jalan-jalan arteri. Sekarang, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum yang cukup lengkap, misalnya berbagai lapangan olahraga.

Bangunan rumah di Kotabaru didesain agar cocok dengan iklim di Yogyakarta yang tropis. Pintu dan jendela dibuat lebih besar dan lebar. Atap bangunan juga dibuat lebih tinggi. Hal ini memungkinkan terjadinya sirkulasi udara yang baik. Akibatnya, bagian dalam rumah pun terasa lebih segar dan sejuk.

(Baca Juga: Mengenal Sosok 11 Arsitek Terkenal di Dunia yang Inspiratif)

5. Gedung Kesenian Sobokartti

Herman Thomas Karsten
Image: jogjaupdate.com

Karsten merupakan arsitek yang memiliki minat dan perhatian terhadap kebudayaan dan kesenian lokal Jawa. Minatnya ini mendorong ia untuk mengusulkan pembangunan teater seni. Hal ini diikuti denagn dibangunkan Gedung Kesenian Sobokartti, Semarang. Kata “sobokartti” sendiri memiliki arti “tempat berkarya”.

Rancangan Gedung Sobokartti merupakan gabungan dari konsep pertunjukan seni Jawa dengan pementasan teater di negara-negara barat. Menurut Herman Thomas Karsten, seni pertunjukan Jawa dapat dinikmati dari segala sisi. Pemisahan antara penonton dan pelakon tidak perlu dilakukan terlalu ketat. Desain teater Jawa ini memungkinkan penonton untuk menikmati pertunjukan di Sobokartti dari berbagai sisi.

6. Tata Kota Malang

Herman Thomas Karsten
Image: Google.com/MT

Selain merancang gedung, Herman Thomas Karsten juga memiliki kemampuan untuk merancang tata kota. Salah satu kota di Indonesia yang terpengaruh oleh gaya Karsten yaitu kota Malang, Jawa Timur. Kota Malang memang memiliki tata kota yang cukup apik dan rapi. Jalan Ijen di Malang merupakan salah satu bukti dari keahlian Herman Thomas Karsten.

Karsten diangkat menjadi Penasihat Tata Kota Malang pada tahun 1929 oleh Walikota pertama Malang, Bussemaker. Ia memiliki tugas utama memperbaiki rancangan tata kota Malang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.