Pasar Ritel Bakal Membaik Setelah Pilpres Nanti

0 81

Pemilu tinggal menghitung jam. Hanya dalam hitungan jam, kita sudah bisa mengetahui siapa-siapa saja yang bakal menduduki kursi di Senayan. Selama masa pemilu dari akhir 2018 hingga sekarang ini, ternyata berdampak pada tertahannya laju bisnis properti di Indonesia.

Sentimen pemilihan, terutama untuk Pilpres menyebabkan pasar mengantisipasi risiko penurunan laju bisnis. Banyak pelaku usaha memilih untuk wait and see sebelum mengambil tindakan terkait ekspansi bisnis. Diperkirakan, pelaku usaha masih menunggu siapa presiden terpilih sebelum akhirnya mengetahui arah kebijakan yang akan ditetapkan.

Sehingga para pelaku usaha cenderung menunggu perkembangan dan stabilitas politik hingga akhir semester I-2019. Baru setelah Pilpres berlangsung, pasar ritel diprediksi bakal membaik.

Selain pilpres, ketidakpastian laju bisnis juga dipengaruhi oleh peningkatan tensi perdagangan antara AS dengan China.

Pasar Ritel Naik Paruh Kedua 2019

Image: Okezone.com

Yang menarik, nilai rupiah justru mengalami penguatan bila dibandingkan dengan dollar AS cenderung menurun sejak akhir 2018 lalu. Penguatan nilai rupiah membuat para inverstor masih menaruh kepercayaan kepada ekonomi domestik Indonesia.

Apalagi pada periode tersebut pasar saham Jakarta mampu tetap konstan dengan indeks properti yang stabil hingga pada awal tahun 2019. Upaya pemerintah untuk mengendalikan kestabilan bisnis tingkat makro ini diharapkan dapat mengurangi dampak penurunan ekonomi akibat ketidakpastian ekonomi yang tengah dihadapi oleh masyarakat global dan pemilu.

Savills Indonesia, melalui keterangan tertulis Anton Sitorus selaku Research Director yang dikutip spacestock.com dari Kompas.com berharap pasar properti akan mengalami peningkatan pada paruh kedua tahun 2019.

Anton melanjutkan, bahwa manajemen fiskal yang lebih baik serta pengembangan proyek infrastruktur yang ada diharapkan mampu membantu pemulihan dan percepatan di banyak sektor bisnis pada tahun-tahun mendatang, terutama pada pasar properti.

Baca Juga: Pilpres Tahun Ini Tak Mampu Naikkan Okupansi Hotel

Pentingnya Integrasi Teknologi

Image: Kompas.com

Di tengah laju pertumbuhan pasar ritel yang tidak pasti. Kenaikan permintaan diprediksi baru akan terjadi setelah pemilu saat pasar mulai stabil. Untuk itu sekarang ini perlu dilakukan inovasi dalam bidang teknologi.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Savills. Integrasi teknologi dalam industri ritel merupakan salah satu investasi dalam bidang infrastruktur yang cukup penting, sehingga perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh.

Savills mencontohkan bahwa meskipun akhir-akhir ini disrupsi digital dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan runtuhnya kejayaan ritel, tetapi para ahli justru sepakat bahwa industri ritel dapat bertahan jika dijalankan berdampingan dengan teknologi.

Walau kita tidak bisa menutup mata kalau ada satu-dua pusat perbelanjaan yang sepi dan nyaris tutup, namun bisnis ini sebenarnya masih digemari oleh konsumen. Karena itu, pengelola mal dan pusat perbelanjaan diharapkan meningkatkan kreativitasnya dalam mengelola mall.

Beberapa peritel besar seperti Trans Group dan MAP terus mengembangkan outlet atau toko fisik yang mereka miliki meskipun pertumbuhan sewa tahunan diperkirakan hanya sekitar 2 hingga 3 persen saja.

Agar bisa bertahan, pusat perbelajaan dihimbau mampu memberikan inovasi yang unik dan menarik. Interaksi berkala antara pemilik gedung dengan penyewa atau peritel memiliki peran penting untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di pusat perbelanjaan.

Sebagai penutup, Savills menegaskan kalau berbelanja seharusnya bukan hanya dianggap sebagai kegiatan pemenuhan kebutuhan saja, melainkan juga sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi konsumen. Dengan begitu, para peritel bisa membangun brand mereka masing-masing sehingga mendapat tempat di hati para konsumen.

Leave A Reply

Your email address will not be published.