Tahukah Anda Perbedaan Virtual Office, Serviced Office, dan Coworking Space?

Image: @frantic - Unsplash
0 506

Tak bisa dielakkan, kemajuan teknologi kini teklah merubah semua aspek yang ada di dunia, termasuk konsep kerja. Kini, kerja di kantor konvensional dengan jam kerja yang tetap dianggap cukup membosankan dan ketinggalan jaman. Dari kejenuhan itulah kemudian muncul konsep sebuah ruang dan sistem kerja yang sangat fleksibel.

Pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan dunia digital seperti copywriter, desainer, dan juga online marketing, membutuhkan kreativitas yang cukup tinggi dalam melakukan pekerjaan mereka. Dari kebutuhan akan kreativitas itulah, kemudian muncul kantor-kantor yang mengusung konsep unik dengan meninggalkan berbagai bentuk kekakuan yang biasanya ada di kantor-kantor konvensional.

Terlebih lagi, pekerjaan-pekerjaan kreatif ini tidak membutuhkan pertemuan yang rutin setiap hari. Pekerjaannya pun dapat diselesaikan dari mana saja dan kapan saja. Alhasil, kantor konvensional pun tidak lagi dibutuhkan.

Sebenarnya, hal ini cukup menguntungkan. Dengan begitu, perusahaan tidak lagi perlu menyewa kantor yang mahal dengan segala fasilitasnya. Namun, tetap saja, dibutuhkan suatu ruang untuk berkumpul bersama dan membicarakan hal yang dianggap perlu. Dari sinilah muncul beberapa konsep kantor yang cukup unik, yakni virtual office, serviced office, dan juga co-working space.

Ketiga jenis kantor itu merupakan jenis kantor terbaru yang unik dan cukup mendukung kerja kreatif. Lantas, apa saja perbedaan dari keiganya?

Virtual Office

virtual office, serviced office, coworking space
Image: urlscan.io

Meskipun baru populer belakangan ini, virtual office sendiri sebenarnya sudah ada sejak era tahun 2000-an. Waktu itu, sudah banyak beredar perusahaan di mana alamat dan nomor telpon mereka hanyalah sebatas keperluan administratif saja. Jadi, kantor mereka tidak benar-benar ada. Kantor inilah yang disebut dengan virtual office. Fasilitas yang ditawarkan adalah berupa nomor telpon unik dan juga resepsionis bersama untuk keperluan surat-menyurat.

Keuntungan menggunakan virtual office adalah harga yang relatif jauh lebih rendah daripada harus menyewa kantor sungguhan. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan yang tidak membutuhkan ruang untuk melakukan pekerjaan mereka. Selain itu, virtual office saat ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup bagus seperti pantry, ruang meeting bersama, hingga berbagai fasilitas lain yang mendukung bergeraknya suatu perusahaan.

Karena harga sewa yang relatif lebih murah, virtual office pun diincar oleh banyak perusahaan-perusahaan kelas kecil dan menengah, apalagi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan consulting, di mana pertemuan dan pekerjaan biasa dilakukan di luar kantor.

Serviced Office

virtual office, serviced office, coworking space
Image: instantoffices.com

Agak berbeda dengan virtual office, kantor jenis ini adalah kantor bersama dengan berbagai fasilitas yang premium, seperti office boy, perlengkapan komputer dan printer, air minum, dan bahkan fasilitas internet dan furniture yang mewah. Serviced office banyak digandrungi oleh perusahaan kecil dan menengah yang memiliki budget yang besar. Biasanya, perusahaan ini merupakan perusahaan yang sudah memiliki nama dan memiliki suntikan dana yang memadai.

Serviced office memang lebih mahal daripada kantor konvensional. Namun, kelengkapan serviced office ini masih jauh lebih terjangkau dari menyewa lokasi kantor sungguhan yang tidak dilengkapi dengan fasilitas apapun. Oleh karenanya, serviced office masih menjadi pilihan yang cukup menarik perhatian karena bisa disewa bulanan dan tahunan.

Tak hanya itu, banyak juga serviced office yang mau menyediakan tenaga-tenaga dengan sistem kerja lepas yang mungkin Anda perlukan selama beberapa hari saja untuk membantu Anda dalam bekerja.

Coworking Space

virtual office, serviced office, coworking space
Image: coworkinginsights.com

Di antara semua jenis kantor yang sudah dikelaskan, coworking space adalah jenis kantor yang paling casual. Selain itu, kantor ini juga sangat cocok untuk para pekerja lepas dan juga perusahaan startup yang bergerak di industri kreatif.

Karena cocok untuk pekerja lepas dan perusahaan startup yang tidak membutuhkan kantor, coworking space biasa disewakan dalam durasi tahunan, bulanan, atau bahkan harian. Fasilitas yang disediakan juga cukup mendukung kinerja Anda, baik bagi Anda yang merupakan freelance, ataupun bagi Anda yang bergerak di perusahaan startup.

Fasilitas yang ditawarkan antara lain adalah meja, pantry, dan juga fasilitas Wi-Fi yang mendukung internet cepat. Bagi Anda penggiat startup yang membutuhkan ruang untk berdiskusi, coworking space juga menawarkan ruang meeting yang cukup memadai.

Dengan desain yang selalu dibuat menarik dan santai, co-working space adalah pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan kenyamanan dan brainstorming. Selain itu, tempat ini juga bisa menjadi sarana Anda untuk memperluas relasi. Bagi Anda pekerja lepas atau freelancer, maka dengan bekerja di coworking space, Anda kemungkinan akan bertemu dengan pekerja lain yang bisa menjadi penghubung Anda dengan klien baru.

Bagi Anda yang merupakan pengusaha startup, maka coworking space bisa menjadi wadah bagi Anda untuk bertemu dengan pengusaha lain dan bertukar ide.

Meski tampak efisien dan menarik secara keuangan dan sisi kreativitas, ada beberapa perusahaan yang tidak diijinkan untuk menggunakan virtual office. Berikut adalah beberapa perusahaan tersebut.

(Baca Juga: Investasi Ruang Perkantoran, Sebuah Bisnis yang Menggiurkan)

 

Contoh Perusahaan yang Pasti Tidak Memilih Virtual Office

Perusahaan Konstruksi

Biasanya, perusahaan konstruksi tidak diijinkan menggunakan virtual office. Alasannya pun sangat masuk akal. Perusahaan konstruksi adalah perusahaan kelas besar yang membutuhkan banyak peralatan dan dokumentasi. Selain itu, perusahaan ini juga akan sering menerima tamu sehingga penggunaan virtual office dinilai tidak akan kredibel.

Perusahaan konstruksi juga kerap membawa peralatan-peralatan konstruksi yang cukup besar untuk disimpan di kantor. Oleh karenanya, perusahaan konstruksi harus menggunakan kantor konvensional.

Travel Agent

Izin usaha agensi perjalanan akan dikeluarkan hanya apabila telah dilakukan survey terhadap lokasi kantor. Inilah alasan yang membuat virtual office sangat tidak disarankan bahkan tidak diijinkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang agensi travel.

Tidak hanya itu, kantor fisik sangat dibutuhkan oleh travel agent karena hal ini akan mempengaruhi kredibilitas perusahaan dan juga tingkat kepercayaan konsumen kepada mereka.

Properti

Perusahaan properti sudah pasti akan menerima banyak tamu dan konsumen mereka lantaran proses pemasaran dengan nilai besar tidak mungkin dilakukan online. Oleh karena itu, penggunaan virtual office tidaklah tepat bagi pengusaha properti.

Apalagi, untuk menghindari penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab, pemerintah juga mengeluarkan peraturan yang melarang segala bentuk usaha jual beli diadakan di virtual office.

Lembaga Keuangan

Ini adalah jenis usaha yang paling rawan dalam melakukan penipuan. Oleh karenanya, usaha ini pun diawasi dengan ketat oleh pemerintah. Virtual office tidak dijinkan untuk jenis usaha ini lantaran pemilik perusahaan bisa saja melakukan penipuan dengan mengandalkan kantornya yang tersembunyi di virtual office.

Tak hanya dilarang menggunakan virtual office, perusahaan keuangan juga harus memiliki berbagai persywaratan yang harus dipenuhi antara lain alamat kantor yang jelas, bangunan memadai, dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Survey yang ketat pun akan dilakukan untuk mengawasi hal ini.

Itulah segelintir hal mengenai kantor non konvensional yang bisa Anda jadikan inspirasi. Jika Anda adalah pekerja lepas atau penggiat startup, mungkin kantor ini akan sangat cocok untuk Anda. Lupakan kantor konvensional untuk sesaat karena Anda memang belum membutuhkannya. (Image: Co Hive)

Leave A Reply

Your email address will not be published.