Turunnya Okupansi Perkantoran Mencapai Level Terendah di Jakarta

Image: Marketeers
0 119

Ibu kota negara Indonesia memang merupakan pusat berputarnya sirkulasi kapital. Maka tak heran jika Anda menemukan berbagai perusahaan bertebaran di berbagai wilayah kota Jakarta. Anda juga tak heran bila menemukan banyak generasi milenial yang memilih mengadu nasib dan berkarir di sana. Namun, kehadiran kota ini sebagai pusat bisnis, kadang tak selalu bagus bagi para pebisnis di bidang property. Hal ini dikarenakan turunnya okupansi perkantoran yang semakin signifikan.

Jakarta memang menjadi pusatnya perputaran kapital, sehingga banyak pebisnis property yang giat membangun gedung-gedung perkantoran di Jakarta. Walaupun saat ini sedang dalam kondisi turunnya okupansi perkantoran, tapi pembangunan gedung-gedung tersebut tidak pernah berhenti. Tentunya hal ini disebabkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yang kian hari makin bertambah.

Sejak tahun 2018, turunnya okupansi perkantoran sudah dimulai. Meskipun pada periode tahun sebelumnya tingkat okupansi sempat menurun. Tapi karena pembangunan kawasan perkantoran terus bertambah, sedangkan tingkat penyewaan unitnya tidak bertambah signifikan. Jadi bisa disimpulkan bahwa turunnya tingkat sewa kantor dikarenakan faktor meningkatnya perkantoran yang dibangun di Jakarta.

Tuurnnya Okupansi Perkantoran
Image: SindoNews

Namun, meskipun turunnya okupansi perkantoran sedang berlangsung, para pebisnis property terlihat masih memiliki peluang. Seperti yang Anda ketahui, di Jakarta selalu ada perusahaan baru yang dibuka setiap tahunnya. Apalagi saat ini sudah memasuki era digital. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, informasi dan komunikasi yang mencari peruntungan. Hingga akhirnya perusahaan tersebut pasti membutuhkan kantor untuk tempat kegiatan operasional.

Apalagi saat ini sedang memasuki tren startup dan e-commerce yang sudah menjamah ke berbagai kalangan masyarakat. Dari yang skala kecil hingga yang sudah berskala besar bahkan internasional. Nah, peluang dari banjirnya perusahaan di bidang startup dan e-commerce ini bisa mengatasi turunnya okupansi perkantoran. Dengan membuat sebuah kantor yang berkonsep co-working space. Meningkatnya bisnis di era digital, juga membuat permintaan kantor berkonsep co-working space ikut naik, lho! Karena konsep perkantoran ini membuat kegiatan lebih intim dan terjangkau pastinya.

(Baca Juga: Tips Menyewa Ruang Kantor yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda)

Permintaan hunian perkantoran dari e-commerce dan startup semakin meningkat. Hadirnya kedua bisnis ini tentu menguntungkan bagi pebisnis property. Meski resiko besar, namun dengan hadirnya dua bisnis yang sedang pesat-pesatnya ini bisa mengatasi turunnya okupansi perkantoran. Selain co-working space, bisnis startup juga membutuhkan office building untuk tempat kegiatan operasionalnya. Apalagi jika startup semakin berkembang, pasti mereka membutuhkan office dengan ukuran yang jauh lebih luas.

Selain perusahaan yang baru dibuka, peluang lainnya adalah perpindahan yang dilakukan perusahaan dari kantor yang lama ke kantor yang baru. Karena sifatnya “menyewa” jadi kalau masa sewa habis, maka perusahaan bisa memperpanjang atau menghentikannya. Kemudian mencari gedung kantor lainnya yang lebih potensial. Hal ini juga merupakan peluang yang dapat membantu mengatasi turunnya okupansi perkantoran.

Tapi, meskipun peluangnya terlihat jelas, juga ada tantangan yang harus dihadapi oleh para pebisnis property. Tantangan tersebut berupa permasalahan mengenai harga sewa yang ikutan naik. Hal ini dikarenakan banyaknya gedung perkantoran Grade A yang dibangun dengan memiliki luas yang sangat menggiurkan. Ditambah lagi gedung tersebut dilengkapi dengan teknologi modern. Akibatnya bagi gedung lain yang dibawah Grade A akan ikut naik harganya. Inilah tantangan untuk menghadapi turunnya okupansi perkantoran.

Turunnya Okupansi Perkantoran akan Terus Terjadi

Di tahun 2018, harga sewa perkantoran cenderung naik hingga 4%. Melihat di sekitar harga sewa semakin tinggi, maka pihak developer juga akan meninggikan harga sewa untuk hunian perkantorannya. Meskipun harga tersebut tidak sembarangan diciptakan. Akibatnya, gedung perkantoran baru mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Turunnya okupansi perkantoran memang terus terjadi. Tapi ada satu elemen yang justru mengalami peningkatan. Hal tersebut adalah inquiries atau pernyataan minat. Nyatanya, sebelum eranya office building, perusahaan yang berskala kecil lebih memilih menghuni ruko. Tapi, kini mereka berbondong-bondong beralih dari ruko ke gedung perkantoran.

Perpindahan ini diakibatkan oleh perubahan perilaku yang dialami perusahaan. Bisnis mereka makin tahun makin berkembang, jadi tentunya akan membutuhkan space yang lebih besar. Selain itu, gaya hidup perkantoran saat ini adalah menempati office building. Maka, tak heran jika inquiries meningkat walaupun turunnya okupansi perkantoran masih terjadi.

Turunnya Okupansi Perkantoran
Image: Unsplash/@kate.spade

Tapi kendala lainnya dalam hal inquiries adalah kepastian keputusan perusahaan untuk berpindah ke office building. Kenyataannya, mereka masih merencanakan dan membuat wacana mengenai perpindahan ke gedung perkantoran. Meskipun, perubahan perilakunya sudah mulai terlihat. Jadi, hal ini juga belum bisa mengatasi permasalahan turunnya okupans perkantoran. Karena perusahaan tersebut baik e-commerce yang baru dirintis, startup yang baru merintis maupun perusahaan berskala kecil lainnya belum bisa memutuskan kapan melakukan perpindahan ke gedung perkantoran.

Namun, bagi perusahaan asuransi yang terus berkembang, mereka sudah memberikan pernyataan untuk membuka kantor-kantor baru. Jadi, perusahaan asuransi meskipun masih menempati kantor di ruko, mereka membuka kantor lainnya di office buiding. Hal ini tentu sedikit mengatasi permasalahan turunnya okupansi perkantoran. Karena perputaran kapital mereka terus berkembang, sehingga membutuhkan membuka kantor cabang baru di area lainnya.

Turunnya okupansi perkantoran memang menjadi tantangan tersendiri bagi pebisnis property. Tapi, kondisi seperti ini tentunya tidak menutup keuntungan serta income dari persewaan kantor. Karena pada dasarnya, selama masih ada perusahaan berdiri, maka pasar dari bisnis property khususnya yang menyewakan office building tetap akan berjaya.

Untuk saat ini, demi mengatasi turunnya okupansi perkantoran, para pebisnis property sedang menargetkan khusus untuk pangsa pasar mereka. Target pasar terbesar saat ini ditujukan kepada startup dan e-commerce. Karena kedua perusahaan tersebut keberadaannya masih stabil sampai saat ini dan terus berkembang. Tiap tahunnya selalu hadir startup baru di Indonesia.

Kehadiran startup baru tersebut menjadi peluang bagi para pebisnis property. Mereka bisa menawarkan sewa office building pada perusahaan yang baru bergerak seperti startup. Apalagi pergerakan bisnis startup sangatlah cepat. Perkembangannya sangat dinamis. Sehingga pasti lama-kelamaan akan membutuhkan kantor dengan space yang cukup luas. Kehadiran bisnis startup yang menjamur dimana-mana menjadi peluang bagi developer untuk memperbaiki turunnya okupansi perkantoran.

Leave A Reply

Your email address will not be published.